Ekspor CPO Juli 2010 Naik 5%
Source: Bisnis Indonesia | Date: 01 SEP 2010 | Author: Maria Y. Benyamin
Kampanye negatif NGO tidak pengaruhi produksi JAKARTA: Permintaan dari sejumlah negara im portir memicu kenaikan ekspor minyak sawit men tah (crude palm oil/CPO) dan turunannya sepanjang Juli menjadi 1,19 juta ton.
Volume ekspor CPO dan turunannya itu mengalami kenaikan sekitar 5% dibandingkan dengan bulan [Juni] sebelumnya yang tercatat hanya 1,13 juta ton.
“Peningkatan ini dipicu adanya tambahan permintaan dari Bangladesh, Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap produk CPO Indonesia,“ kata Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), di Jakarta kemarin.
Fadhil menjelaskan Bangladesh menambah impor CPO dan produk turunannya dari Indonesia menjadi 86.500 ton pada Juli, atau naik 47% dibandingkan dengan Juni yang hanya sebesar 58.779 ton. Tambahan pasokan ini untuk memenuhi kebutuhan minyak makan masyarakat menjelang Lebaran.
Adapun, ekspor CPO dan produk turunan Indonesia ke kawasan Uni Eropa selama Juli meningkat 22% menjadi 283.802 ton. Pada Juni ekspor komoditas tersebut hanya 231.987 ton.
Sementara itu, Amerika Serikat tercatat mengimpor CPO dan produk turunan dari Indonesia sebesar 17.750 ton, melonjak 775% dari bulan sebelumnya sebesar 2.000 ton.
Fadhil menjelaskan pertumbuhan volume ekspor CPO dan produk turunannya ke Uni Eropa dan Amerika Serikat mengindikasikan minyak sawit Indonesia tetap menjadi pilihan pengguna industri pangan dan nonpangan di negara tujuan ekspor itu.
Hal tersebut, kata dia, membuktikan tuduhan dan kampanye bernada negatif yang selama ini gencar disuarakan NGO dan lembaga lain tidak memengaruhi pandangan masyarakat kedua negara.
“Produksi minyak sawit Indonesia dihasilkan dari manajemen budi daya yang berkelanjutan, ramah lingkungan dan menghargai keanekaragaman hayati,“ ujarnya.
Produk turunan Dia menambahkan selama Juli terjadi penurunan di sejumlah pasar yakni dari China dan India. Kendati demikian, penurunannya tidak signifikan. Pada Juli, ekspor CPO dan produk turunan Indonesia ke India mengalami tekanan sehingga menjadi 448.894 ton dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 476.030 ton.
“Sama halnya dengan China yang volume impor CPO dan produk turunan dari Indonesia turun menjadi 107.499 ton dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang berjumlah 217.961 ton,“ tandasnya. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar sebelumnya memperkirakan ekspor komoditas CPO yang tumbuh 16% selama semester I/2010 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu akan melanjutkan penguatan ekspor pada semester II/2010.
Menurut Mahendra, sebagaimana tahun lalu pertumbuhan nilai ekspor akan kelihatan pada semester II/2010. “Jadi sampai akhir tahun, bisa menyamai kembali 2009.“
Terkait dengan pasar ekspor CPO, menurut Mahendra, pertumbuhan ekspor CPO terlihat dibeberapa negara emerging market seperti India, Malaysia, Mesir dan mulai merambah ke beberapa negara maju seperti Italia dan Spanyol.
“Memang di pasar utama turun, tetapi beberapa pasar seperti India dan China bahkan sudah 1/3 dari total ekspor, jadi besar sekali [ekspornya].“(maria.benyamin@bisnis.co.id)